tak bisa berkata apapun, kita hebat

Dan kamipun akan menjadi satu, jiwa yang bahagia kini dan nati
11-11-11
hari yang bahagia untuk kami
Allah dengan begitu sangat murah hatinya mengalirkan kehidupan kepada semua yang bernyawa. Ia menggulirkan rencana-rencana terbaikNya, bahkan diluar jangkauan kita. Dua puluh
Perjalanan, sampai kapanpun akan selalu membentangkan jarak. Dan jarak punya cara sendiri untuk mengajarkan si penempuhnya untuk belajar. Membuat kita belajar dari apa saja yang terlihat sepanjang jarak. Terkadang kita perlu sangat cepat, melambat atau sangat lambat demi terekspos dengan segala sesuatunya yang terlihat sepanjang jarak. Tak mudah memang menjadi sahabat bagi jarak yang membentang puluhan kilometer. Tapi, jarak adalah teman baikku sekarang. Tak peduli berapapun lama waktunya atau seberapapun efeknya nanti jarak menjadi tempatku belajar. Sejauh apapun itu jarak hanya merupa garis-garis buram kecil ketika dilewati dalam kecepatan maksimum. 06.15 – 07.00 dan 16.15-17.00 lima hari dalam satu pekan adalah limit waktuku mengurai jarak. Melewati jalan lurus hingga berliku, naik turun hingga meliuk tajam. Menembus kabut, menerobos hujan dan melawan terik mentari. Semuanya nampak indah, seru. Pelan-pelan, jarak mengajariku bahwa sesuatu yang indah akan tetap indah, baik ketika dilihat dari jauh maupun ketika dilihat dari dekat
Alhamdulillah saya sudah bekerja, bukan mahasiswa lagi, tidak memiliki banyak waktu lagi untuk bermain atau bersantai-santai seperti dulu lagi. Pekerjaan ini sungguh sama sekali tidak pernah terbayang dalam benak saya. Ternyata benar bahwa Tuhan selalu memberi, jauh melebihi apa yang kita minta, hanya saja manakala Tuhan belum meberinya, kita sering lupa pada Nya, mengeluh dan layu. Karena ada banyak hal yang tidak bisa kita pahami dari Nya namun yang pasti semua baik dan terbaik untuk kita. Hari ini, kemarin dan esok adalah hari-hari yang sedikit sibuk untuk saya. Tentunya performace maksimal yang bisa saya persembahkan dan semoga akan terus saya jaga lebih baik lagi kelak. Mengawali hari saat orang-orang masih terlelap, p
ergi kerja saat orang-orang baru bersiap, memulai kerja dengan semangat dan melayani dengan hati, memberikan penghormatan melebihi harapan, mengakhiri kerja saat orang-orang telah selesai beristirahat dirumah, dan pulang menjelang malam, itulah hari-hari baru saya sekarang. Sungguh menyenangkan, berada di lingkungan kerja yang baru pertama kali saya alami. Atasan yang memberi banyak pelajaran bukan perintah, rekan kerja yang berjalan beriring. Awalnya sempat kaget juga dengan beban kerja yang berat, ekspektasi lingkungan kerja yang begitu tinggi dan pengharapan yang besar mampu memberikan kinerja terbaik saya.
Yang pasti pekerjaan seru saya sekarang saya niatkan untuk mengabdi.