Bertahun-tahun merantau, jauh dari keluarga di desa. Setiap kali pulang kampung membawa sejuta cerita yang menarik. Seriap kali musim liburan kuliah tiba, aku pasti pulang bertemu keluarga dan Dia-A di kampung halaman. Ada banyak sekali hal yang tidak akan pernah kita temukan ketika berada di kota. Sungguh damai hidup didesa. Sawah-sawah terhampar hijau dengan gemericik air mengalir. Buah-buahan di pekarangan yang ranum-ranum menunggu musim untuk dipetik. Hewan-hewan piaraan yang berkeliaran bebas tak pernah kurang pakan dan tak pernah takut dicuri atau tertabrak kendaraan, juga ikan-ikan berloncat-loncatan berebut pakan di kolam belakang rumah. Menikmati makanan khas desa yang alami tanpa pengawet, yang bahannya tak perlu beli karena tinggal mengambil dari alam atau jika tidak punya, bisa minta tetangga. Oh, nyaman sekali kehidupan disana (desa). Kebersamaan dalam bergotong royong nan hangat. desaku sungguh indah. Itulah sedikit ceritaku tentang gambaran kehidupan didesa, tempat dimana aku dilahirkan dan dibesarkan hingga aku besar dan meninggalkan desa untuk mendapatkan sesuatu dikota sebagai bekal hidupku kelak. Aku pasti pulang ke desa, setelah meraih cita-cita.
|
0 Responses to indahnya desaku
Something to say?