heroes
I'm a superheri (pake hati, rasakan dengan benar)

serah terima praktikan

By heriestiastri




Hari Jum’at tanggal 08 bulan 10 tahun 2010 kala itu langit-langit kota Jogja mendung, entah kenapa suasana rumah sakit kala itu lengang, tak seperti biasanya. Tak seperti biasanya pula hampir seluruh mahasiswa profesi dari kampus UMY hadir dirumah sakit meskipun mereka sedang menempuh stase diluar rumah sakit. Dan ternyata hari itu bertepatan dengan penarikan seluruh mahasiswa angkatan XVII home base RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang artinya kami selesai menempuh seluruh stase pendidikan profesi atau kepaniteraan klinik di rumah sakit pendidikan. Medikal, bedah, maternitas, anak, komunitas, keluarga, gerontik, gawat darurat, jiwa dan manajemen telah terlampaui dengan baik hingga mengantarkan kami pada akhir pendidikan. Rasanya haru meninggalkan kebersamaan kelompok, lepas keakraban dan hubungan mitra dengan pembimbing serta sejawat. Namun mau tak mau kami harus ditarik kembali ke kampus, menempuh spesifikasi pendidikan di unit-unit yang kami minati karena unit-unit perawatan akan diisi oleh adik angkatan selanjutnya. Ucapan terima kasih dan maaf menghiasi acara serah terima mahasiswa waktu itu. Kami dilepas oleh pihak rumah sakit dan diterima oleh pihak kampus, haru sekali. Sejak saat itu kami resmi menyelesaikan pendidikan di departemen-departemen atau stase pendidikan kepaniteraan klinik ini dan akhirnya kami kembali ke kampus untuk kegiatan selanjutnya. Sudah pasti kami harus mengakhiri kelompok kami karena terpecah menjadi kelompok lain sesuai peminatan kami di departemen baru. Selama sebulan penuh menempuh spesifikasi peminatan dan aku mendapat kesempatan belajar lebih dalam di Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit home base utama, kesempatan langka yang patut disyukuri. Setelah peminatan selesai kami menempuh serangkaian ujian dan kegiatan menjelang wisuda dan penyumpahan gelar baru, semoga amanah amin.

 

the last one

By heriestiastri


Setelah Ramadhan usai, pendidikan profesiku terus berlanjut. Dan sekarang menyisakan satu stase terakhir. Biasanya yang terakhir-terakhir itu menyisakan sisa-sisa asa karena semangatnya mulai luntur. Namun tidak dengan kami, kelompok kami jauh lebih semangat. Why? Hya...karena stase terakhir kami adalah manajemen. Stase yang jauh lebih simpel dan tidak seberat stase-stase sebelumnya. Rotasi stase dan pergantian rumah sakit terjadi tengah bulan September 2010 yang lalu. Selama sebulan penuh kami bakalan full di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang merupakan RS home base utama kami. Seperti stase-stase sebelumnya, kekompakan kelompok kami harus terus dijaga hingga akhir stase agar kami bisa verifikasi nilai-nilai sebagai bahan kelulusan kami nantinya. Ditengah-tengah stase ini, banyak banget kegiatan manajerial yang mengharuskan kami berhubungan dengan unit-unit yang ada di RS. Masing-masing mahasiswa menjadi penanggung jawab terhadap program yang direncanakan selama sebulan itu. Kami juga dituntut untuk melakukan role play untuk peran-peran yang ada di ruang perawatan, baik menjadi pimpinan maupun bawahan. Sampai akhirnya sebulan terlewati dengan sempurna, ditutup dengan laporan akhir kepada senior yang berhak mengeluarkan nilai kelulusan stase.

 

hari raya yang bahagia

By heriestiastri





Hari Raya Iedul Fitri 1431 H berlalu sudah, serasa sesingkat hari jumat yang kurasakan ini. Haru rasanya melepas Ramadhan dan rangkaiannya di Jogja dan benar-benar sepanjang bulan ini harus aku habiskan jauh dari keluarga, bahkan sampai hari terakhir puasa masih aku rasakan di Jogja ini. Menjelang Lebaran, manakala jalanan sudah terlalu ramai untuk mudik barulah aku punya kesempatan pulang, dan itupun harus bolos praktek di RSJ dan harus menggantinya dua kali lipat hari yang kutinggalkan, hufff. Sore itu menjelang takbir aku mudik ke kota Banjarnegara 4 jam dari Jogja dengan perjalanan darat, gerimis mengiring mudikku. Sambutan takbir pertama kali kudengar dikota Wonosobo dan indahnya kembang api menyemarakkan malam takbir. Ahhh bahagianya bisa sampai dirumah bertemu keluarga menyambut hari Fitri tiba. Keesokan harinya kami menuju tanah lapang menunaikan Ied bersama, bertakbir, sungkeman berjabat tangan saling memaafkan, merayakan hari kemenangan bersama, bertemu seseorang yang aku tunggu-tunggu, bertemu sahabat dan kerabat. Sungguh kenikmatan batin yang tak terkira dan tak tergantikan, sampailah pada hari keberangkatan kembali ke Jogja. Rutinitas yang merampas. Akhirnya hari itu untuk terakhir kalinya kala itu bertemu sahabat untuk makan bersama mengiring keberangkatan kembali ke Jogja, untuk melanjutkan stase profesiku. Dan kini aku duduk di kursi yang baru, rumah sakit baru, dan stase yang baru. Yang menjadi stase terakhirku di pendidikan profesi klinikku ini...dan Ramadhan tahun depan jika diberi kesempatan, akan kuhabiskan bersama keluarga atau dikota yang baru.

 

sejuta maaf saya

By heriestiastri





Satu kata sejuta makna, walaupun permintaan maaf hampir sering kali diucapkan manakala kita melakukan kekeliruan, namun ketika Hari Raya Iedul Fitri datang, Maaf menjadi kata ampuh yang wajib diucapkan kepada siapa saja yang kita kenal, tak terkecuali. Maaf bisa disampaikan melalui jabat erat tangan secara langsung atau melalui media komunikasi. Rasanya tepat pulalah, melalui blog pribadi saya ini, saya mengucapkan.
.:: SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1431 H ::.
Banyak sekali pihak-pihak yang secara tulus ingin saya hantarkan maaf dan mohon keikhlasanya untuk melebur semua khilaf saya selama ini;
Kepada Kedua orang tua, maaf untuk masih menopang hidup saya
Kedua adik, maaf untuk belum mampu menjadi contoh yang baik
Keluarga, maaf untuk belum bisa menjadi kebanggaan kalian
Orang yang saya sayangi, maaf untuk terus menunggumu tanpa lelah
Sahabat-sahabatku, maaf saya sering membuat kalian meregangkan urat saraf memahami saya
Dan semua pihak yang telah banyak memaklumi kecerobohan dan kekanak-kanakan saya
Rasanya angkuh jika saya berjanji untuk tidak mengulanginya lagi karena yang saya lakukan sekarang saya menyesal atas semua itu dan saya berusaha untuk lebih baik lagi, akhirnya saya mengucapkan banyak terima kasih atas kemurahan hati kalian semua, pencerah hidup saya.

 

By heriestiastri



Dear Deby Rere Tiwi Nika

Entah sudah berapa kali kita berantem dalam setahun terakhir ini

Dan kita pasti tahu kenapa itu terjadi

Seringkali kitapun berpikir tidak lagi sanggup menjalani hari-hari di sini

Bukankah hilang semangat hanya menjadikan kita tidak lebih berharga dari orang mati?

Meski kadang berantem hebat tapi persahabatan kita ini sangatlah erat...

 




Puasa udah berjalan berhari-hari, namun kesedihankupun masih bergelayut dilangit Jogja. Sedih karena puasa kali ini tak sempat pulang menikmati Ramadhan dikampung halaman. Tapi Ramadhan kali ini juga mungkin menjadi yang terakhir aku nikmati di Jogja sebelum selesai pendidikan profesi tahun ini. Seperti hari-hari puasa sebelumnya, waktu berbuka adalah waktu keramat yang ditunggu-tunggu jutaan orang, heran. Nah ceritanya semua mahasiswa koass di FKIK UMY yang home basenya di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mendapat undangan untuk ujian kompetensi tenaga kesehatan muslim, ngaji deh singkatnya. Sore itu, sepulang dari RSJ Grhasia aku dan temen-temen se home base ngumpul di masjid Asy Syifa RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta 2 di Gamping sana, wiiih keren RS barunya. Mahasiswa yang datang duluan ujiannya juga selesai duluan dengan penguji Ust.Lukman. Gag tau untung atau rugi, mahasiswa yang datengnya telat ujiannya harus ditunda sembari menghafal doa dan materi kesehatan Islam, nah aku yang datengnya telat sih menganggap itu sebuah keberuntungan, tentu bareng yang lainya juga. Jadi acara selanjutnya adalah pengajian bersama jajaran direksi Rumah Sakit, Spesialis perawat dan dokter, juga dihadiri dekan dan dosen FKIK UMY dan sore itu kita juga kedatangan mahasiswa summer school dari Irlandia, Rep.Ceko, dan Belanda. Tepat setelah pengajian selesai adzan berkumandang, kami berbuka dengan cocktail lalu shalat Maghrib bersama, yang special saat itu adalah semua yang bertugas yaitu mahasiswa koass. Setelah semua menunaikan shalat, acara buber dilanjutnya dengan makan besar bersama-sama di taman Rumah Sakit yang indah. Acara selesai dan kamipun pulang, namun tiba-tiba gempa bumi datang menggoyang Jogja. Kami yang dibawah sempat panik namun tak sepanik pasien yang berada di lantai-lantai atas, mereka berhamburan keluar karena trauma gempa beberapa tahun silam masih melekat. Beruntung gempa tidak membahayakan sehingga kepanikan dapat diatasi malam itu. Belakangan diketahui gempa berkekuatan 5 SR berpusat di selatan DIY, peringatan Allah untuk manusia agar lebih dekat dengan Nya apalagi diwaktu Ramadhan sekarang ini.

 

mereka sama dengan kita

By heriestiastri



Anyway apa kabar bloger seIndonesia, nice to meet you. Banyak banget cerita yang mau aku share nih pertama-tama soal rotasi koassisstency yang makin berat aja dan parahnya lagi ini yang terberat aku rasakan. Selesai stase gawat darurat di RS PKU Muhammadiyah Jogja kita dikirim ke RSJ Grhasia DIY di Pakem sana piluhan kilo meter dari Jogja dan tentunya gag sebagai pasien. Setiap hari harus balik bolak perjalanan darat melewati 2 kabupaten dan 1 kota, Bantul, Sleman dan Jogja kota. Belum lagi preceptor yang extreme killer (untung cuman satu) parah.Hampir setahun kita gag sekeras itu disuruh bikin tugas tapi sekarang beda. Dan seperti biasa kelompokku yang kompak bisaaa aja hadepinnya, ya masih dengan ciri khas kami malasss tapi bisa diandalkan. Terlepas dari urusan akademik, jauh lebih berarti bagiku dan temen-temen adalah manakala kita sudah menghadapi pasien. Jangan pernah bilang mereka gila ya, mereka layaknya manusia biasa hanya jiwanya terganggu. Mereka bisa menjalankan kehidupan harian mereka dengan baik, bekerja dengan tekun hanya saja mental dan semangat mereka kadang tidak terkontrol sehingga memerlukan kami, memerlukan bantuan bimbingan, bantuan terapi penenang dan memerluka kasih. Dua minggu pertama telah terlewati, sungguh pengalaman yang berharga mengenal dan dikenal mereka. Menemani hari-hari mereka di ruang perawatan; membimbing khusyuk doa mereka “Ya Tuhan lindungilah kami, janganlah Engkau larungkan kami dalam kesedihan yang dalam atau kesenangan yang berlebihan….”, mengkoordinir senam pagi, mengukur tekanan darah dan pemeriksaan fisik serta psikis, memandu kegiatan kebersihan, merehabilitasi, mengelola kasus dengan strategi pelaksanaan yang kita buat semalaman, melakukan terapi kelompok, membimbing klien makan, memberikan tiga obat mujarab CPZ, Haloperidol dan THP yang membuat mereka tenang terkontrol disamping akan membuat mereka seperti robot (kaku), atau berbicara apa saja yang ingin ia bicarakan. Ahhh bahagia rasanya manakala tiba-tiba “…mas Heri mas Heri sini deh aku mau cerita…” karena kepercayaan pasien kepada kita adalah prestasi yang hebat. Stase ini mengajarkan kasih, stase ini mengajarkan tanggung jawab dan stase ini mengajarkan berpikir.