cerita yang mendebarkan
By heriestiastri
Angin yang tak terlihat menunjukkan kekuatannya dengan menerbangkan apa saja yang ada disana. Terlihat diangkasa debu melingkar-lingkar, plastik, kain dan seng membumbung tinggi kecil sekali terlihat. Angin semakin kencang berhembus, kondisi kalang kabut, orang-orang berlari-larian dan merasa khawatir. Angin berhenti namun hujan turun semakin deras, deras sekali. Tak seberapa lama hujan mereda, namun rintik-rintik masih menyiram bumi. Aku melanjutkan perjalanan pulang menuju Kadipiro melewati jalanan kota. Wow pemandangan sungguh sangat memprihatinkan, porak poranda, banyak kios roboh, pohon tumbang dan menimpa bangunan disekitarnya disepanjang jalananan kota. Yang paling parah terlihat adalah di kawasan kampus UGM. Sesampai di rumah, hujan masih saja turun, dingin, aku menghangatkan diri dengan segelas susu coklat import dari Malaysia.
Susu yang ada tulisannya Susu Milo (Percuma 1) aneh. Sore hari hujan mereda, badan terasa nyaman untuk istirahat, aku membaringkan diri, tiba-tiba Keluarga di rumah menelfon menanyakan kabarku, mereka melihat siaran televisi tentang kejadian Angin Puting Beliung, dan ternyata benar baru beberapa saat menyaksikan kejadian itu, berita langsung tersiar diseluruh penjuru. Jogja memang menyuguhkan banyak sekali rasa.
0 Responses to cerita yang mendebarkan
Something to say?