heroes
I'm a superheri (pake hati, rasakan dengan benar)

jogja dimata saya

By heriestiastri




Bertahun-tahun tinggal di Jogja, harus saya akui bahwa “Yogyakarta memang Istimewa”. Setiap sudut kota ini mampu membangkitkan cerita dan kenangan yang takkan terlupakan. Bahagia rasanya menjadi bagian dari kota ini. Bangga pula rasanya setelah tidak tinggal di Jogja lagi, ijasah pendidikan dan dokumen-dokumen penting saya tertulis jelas “Yogyakarta” didalamnya atau setelah meninggalkan Jogja nanti dinding-dinding rumah saya tergantung foto-foto saya bersama sahabat-sahabat di sudut-sudut kota Jogja. Masih ingat pertama kali datang di kota ini saya tinggal di Kuningan (UNY) lalu pindah ke depan kampus UMY pindah lagi ke Kadipiro dan terakhir di Nitiprayan, tak satupun terekam cerita ketidak nyamanan saya tinggal disana, memang terasa lama tapi sekarang menjadi sangat berarti karena tak beberapa lama lagi mungkin akan meninggalkan kota indah ini. Kota yang mengajarkan saya banyak hal, kota yang memberikan saya banyak pengalaman dan cinta. Berat rasanya meninggalkan Jogja, tak terbayang kelak kerinduan saya dengan kota ini. Di kota ini pula saya berjabat tangan, mengenal dan bersahabat erat dengan banyak orang baru, satu persatu memori terekam di Jogja ini. Senyum sapa dan keramahan kota ini tercermin dari semua orang yang menghirup udara Jogja. Hidup berdampingan, saling berbagi kasih sayang ditengah kebersaman, menjadi gambaran bahwa Jogja adalah kota ternyaman diseluruh dunia.

 

catatan akhir profesi

By heriestiastri




Heri Deby Rere Tiwi Nika dan Pia tergabung menjadi keluarga baru, kelompok sedang mahasiswa pendidikan profesi yang akan melewati stase-stase klinik selama setahun lebih. Meski ditengah perjalanan Pia memutuskan untuk meraih prestasi ditempat lain. Kami mengawali stase pertama di RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk menempuh stase besar, selama tiga bulan penuh kami menghabiskan suka duka belajar di rumah sakit pemerintah itu. Setelah itu kami berotasi ke RS home base utama kami di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta untuk melanjutkan stase-stase yang tersisa meskipun harus beberapa kali rotasi ke RSUD Panembahan Senopati Bantul lagi, RSJ Grhasia. Ditengah-tengah pendidikan kami bergabung menjadi kelompok besar bersama Bowo Estrin Bagus Wuri Endah Andini untuk berpraktik di Puskesmas Kasihan II dan Masyarakat Padukuhan Ngewotan serta PSTW Budi Luhur sungguh kelompok besar yang solid. Disela-sela kesibukan dan kebersamaan kami, kelompok yang sudah melebur layaknya keluarga ini tak jarang menemukan ketidak cocokan meskipun pada akhirnya semua masalah menjadi kerikil kecil saja yang memperindah taman persahabatan kami. Semua menjadi satu dan saling memahami. Masalah didepan pasien dan di tempat kita praktik segera hilang manakala menginjakkan kaki keluar rumah sakit karena kita terbiasa menikmati kebersamaan diluar profesi untuk main game bareng, makan bareng atau ngumpul dirumah. Alhamdulillah…sembilan stase kepaniteraan klinik terlewati sudah, dan satu stase tambahan (peminatan) juga telah selesai. Kini saatnya balik lagi ke kampus, balik ke asal kami, karena musim ujian-ujian yang menegangkan telah tiba. Meski begitu, aku dan sahabat-sahabatku tentu menganggap ini sebagai saat-saat yang menggembirakan karena bisa berkumpul kembali setelah setahun lebih terpisah kota dan rumah sakit home base utama. Jogja Temanggung dan Purworejolah yang memisahkan kami. Akhirnya saat ini kami berkumpul kembali di Jogja, tepatnya dikampus kami yang nyaman UMY. Ini juga pertanda bahwa kami akan segera lulus, meski tidak semudah yang kami kira. Lembaran demi lembaran persyaratan tak ayal membuat kami keteteran. Satu demi satu kami kumpulkan dengan penuh perjuangan, dan akhirnya terkumpulkan dan dihari penentuan kelulusan pertama, satu demi satu nama kami disebut “Heri …. LULUS dan diperbolehkan mengikuti serangkaian ujian akhir program” beberapa dari mereka dinyatakan lulus bersyarat dan harus melengkapi beberapa syarat tambahan. Sungguh hari yang mengharukan, rasanya pengen banget hari itu tidak berlalu. Setelah hari itu selesai, singkat cerita kami mengikuti uji uji baru…mendebarkan tentunya. Ujian Komprehensip menjadi sesi ujian yang mendebarkan, namun akhirnya terlewatkan sudah meski harus beberapa kali mengulang. Beberapa ujian selanjutnya masih tersisa diantaranya Uji Kompetensi Agama, TOEFL dan Uji Kompetensi Propinsi sebelum akhirnya kami disumpah. Semoga semua berjalan lancar dan kami mendapatkan kemudahan menjalaninya, amin.

 




Hampir usai perjalanan kuliah saya di Jogja, empat tahun pertama dan setahun berikutnya saya lalui dengan bahagia. Selama itu pula harus merasakan jauh dari keluarga di Banjarnegara, merasakan jauhnya jarak Jogja – Banjar. Namun perjalanan itu serasa dekat dan menyenangkan bersama armada PO.EFISIENSI mitra perjalanan setia dari Jogja – Purwokerto atau sebaliknya jika enggan mengendarai kendaraan sendiri. Meskipun harus berganti bus untuk sampai kerumah namun semua terasa aman dan nyaman bersama bus Efi. Entah kenapa saya sangat menikmati perjalanan jalur selatan pulau Jawa menuju Jogja atau Purwokerto itu. Armada bus terbaru selalu memanjakan penumpang termasuk saya, suspensi yang empuk dan hembusan dingin AC serta lantunan musik-musik terbaru, terpasangnya wi-fi buat internet serta disuguhi soft drink menambah lengkap perjalanan saya. Awak bus yang ramah dan sopan menambah salut terhadap bus ini. Rasanya saya banyak berhutang budi dan pantas menyucapkan banyak terima kasih kepada bus ini.


macam-macam livery bus efisiensi


 




Merapi kembali membangun, kembali menunjukkan eksistensinya, kembali mengajarkan pada kita semua bangsa Indonesia. Merapi membukakan mata kita bahwa gunung teraktif di dunia ada di Indonesia, ada di Bangsa kita yang besar ini. Kontras dengan rasa bangga dan kecintaan pada Tanah Air yang mulai mengecil. Akhir bulan Oktober hingga pertengahan Nopember 2010 merapi menjadi sorotan dunia. Merapi meletus hebat, dan inilah cara Merapi memberikan manusia banyak hal baik itu kebaikan maupun kesengsaraan. Terlepas dari semua itu Merapi mampu membangkitkan rasa solidaritas yang kuat, kebersamaan, dan kekeluargaan ditengah kesengsaraan musibah. Merapi mampu meruntuhkan kesombongan dan Merapi mampu mendekatkan manusia pada Sang Pencipta. Meskipun letusan hampir-hampir selalu terjadi setiap empat tahun, namun manusia sepertinya kurang peka sehingga masih terlahir korban. Selama lebih dari 5 tahun tinggal di kota Jogja, ada rasa memiliki merapi dan sepertinya telah terbiasa dengan kondisi yang ditimbulkannya. Masih teringat beberapa tahun silam manakala Merapi meletus, saya kerap kali sengaja menuju jembatan Kali Code di jalan Soedirman untuk melihat guguran lava pijar dari puncak Merapi.

 

merapi itu penuh berkah

By heriestiastri



Dan di tahun terakhir kuliah saya di Joga, kembali menyaksikan dan merasakan dahsyatnya Merapi bergejolak. Semua tak lepas dari kuasa Tuhan mengatur alam. Puluhan bahkan ratusan penduduk lereng Merapi menjadi masyarakat yang rentan, rentan karena harus menjauh sementara dari Merapi yang menaungi mereka. Kesehatan mereka tentu harus diperhatikan lebih. Untuk itu bersama Fakultas Kedokeran dan Ilmu Kesehatan UMY serta Asri Medical Center (AMC) saya menjadi tenaga kesehatan lapangan untuk para penduduk Merapi di barak pengungsian Hargobinangun Sleman DIY sebelum akhirnya dipindahkan seiring jarak aman yang dijauhkan. Puluhan mahasiswa menjadi relawan dan siaga untuk kondisi Merapi. Kelak setelah saya meninggalkan Jogja Merapi pasti akan terus membangun dan saya hanya akan menyaksikan dari berita atau mungkin merasakan pekatnya abu vulkanik yang dibawa terbang jauh oleh angin, dan semua itu bukan derita namun bahagia yang disuguhkan Tuhan melalui Merapi.

 



Teman, jika ragamu telah luluh menahan panasnya awan dari gunung atau dinginnya debur ombak dari laut dan jiwamu tak mampu lagi menahan duka, menahan semua musibah. Dan jiwamu tak mampu lagi menampung semua beban. Pergi kepada Tuhanmu, berserah kepada-Nya. Hanya Dia yang tahu dan mengerti kapan semua berakhir. Hanya Dia harapanmu. Pergi dengan merendah dan berserah, karena Dia tahu semua segera berakhir. Pergilah teman-temanku jangan sampai semua membuatmu hilang dari Tuhanmu. Karena Ia tetap disini sampai dukamu pergi.

 



Deby Zulkarnain Rahadian Syah, namanya panjang, dan sepanjang itu pula kebaikan hatinya selalu kami rasakan. Hampir seluruh waktuku di Jogja habis bersamanya. Lahir di tengah keluarga yang sangat menyayanginya sehingga banyak orang disekelilingnya turut merasakan kasih sayang darinya termasuk aku. Rasanya beruntung sekali mengenalnya, beruntung sekali berjalan bersamanya menemukan jati diri menjemput masa dewasa. Banyak sekali kenangan suka dan duka terukir kokoh menjadi monumen persahabatan kami. Rasanya tiada pilihan lain, dialah sahabat terbaikku selama ini. Mengawali dan mengakhiri kuliah bersamanya rasanya lengkaplah sudah. Bahkan ketika kami meneruskan pendidikan profesipun kita dipersatukan dalam satu kelompok yang solid. Kebaikan yang ia tuburkan, ia tunai dari pasangan hidupnya. Ia menemukan sosok wanita terbaik yang di anugerahkan Allah SWT untuk saling melengkapi menjadi keluarga sehat dan bahagia berdasarkan Islam. Adalah dia Dhina Marlia, sosok perempuan yang akan mendampinginya. Seperti yang pernah kamu bilang “Wanita diciptakan dari rusuk pria,bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasan, bukan pula dari kakinya untuk dijadikan bawahan, tetapi dari sisinya untuk dijadikan teman hidup, dekat dengan lengannya untuk dilindungi dan dekat dengan hatinya untuk dicintai...”. Sehingga kamu memutuskan menikah pada ijab kabul 30 Agustus 2010 waktu itu. Sebuah perpaduan yang lengkap diantara kalian sobat, haru bahagia sebagai sahabat melihat kemesraan kalian. Beruntung rasanya bisa hadir dalam syukuran resepsi pernikahan di Klaten pada 10-10-2010 dan syukuran resepsi pernikahan di Wadaslintang Wonosobo pada 24-10-2010 bersama sahabat-sahabat kampus yang lain. Sebagai sahabat aku sangat-sangat bahagia dan mendoakan kalian selalu, semoga Allah senantiasa membimbing kalian, membimbing kita semua. Amin...


the wedding

kelompok

berharap segera menyusul

rebutan bunga part 1

rebutan bunga part 2

rebutan bunga part 3

wisata wadaslintang 1

wisata wadaslintang 2

wisata wadaslintang 3