Idul Adha datang lagiiii...dan kedatangannya selalu membawa kebahagiaan, Hari Raya yang diidentikkan dengan ibadah Haji ke Tanah Suci ini sering disebut Lebaran Haji. Dan di hari bahagia ini kaum Muslim merayakannya dengan Bertakbir, Shalat Ied, Menyembelih hewan kurban Sapi atau Kambing bahkan Unta di Arab sana. Pengorbanan harus diiringi dengan keikhlasan, inilah sebenarnya momentum yang
sangat berarti. Tahun ini menjadi Hari Raya pertama kulalui di Jogja, biasanya tahun-tahun sebelumnya aku pasti pulang mudik, merayakan bersama keluarga dan kerabat di rumah, tapi kali ini aku tak dapat pulang mudik karena kesibukan kuliah profesiku di Rumah Sakit pendidikan. Dan begitu juga teman-teman sejawatku di Temanggung dan Purworejo sana. Meski jauh, namun tak mengurangi khidmatnya Lebaran Haji, karena maknanya yang penting, dan
kuharapkan bisa mengiring hari-hariku berbuat dan berkorban dengan Ikhlas untuk sesama. Kiranya saat ini pas dengan kesibukanku memberi pelayanan kepada pasien-pasienku di Rumah Sakit, semoga aku Ikhlas selalu, amin.
Finally...dua minggu sudah aku menjalani pendidikan profesi di poli bedah RSUD Panembahan Senopati Bantul DIY. Ini merupakan rangkaian stase co-assinstancy besar yang terdiri dari bagian medikal dan bedah. Selama tiga bulan lamanya aku akan menyelesaikan stase besar ini. Sepanjang kegiatan pendidikan klinik yang akan aku tempuh dalam setahun lebih stase ini adalah stase terbesar dengan durasi pendidikan terlama. Berat si, tapi malah ringan ujungnya. Dua minggu pertama di kamar bedah dan dua minggu berikutnya dan baru saja selesai kuliah praktek klinik di poli bedah. Dimana kegiatan hanya berlangsung pagi hingga siang hari selama 6 hari dalam satu minggu. Pelayanan professional lebih ditekankan pada pre dan pasca bedah dengan segala tanda dan gejala serta komplikasi yang terjadi pada pasien-pasien dengan indikasi pembedahan. Dua minggu yang berkesan bersama dua dokter bedah umum, dua perawat poli, tenaga admin dan pramu serta rekan sejawat. Dua minggu berikutnya, dan masih dalam sub stase bedah aku akan melanjutkan kuliah praktek di bangsal bedah tentunya.
Berbuat sebaik-baiknya, tanpa pamrih. Menjadi sahabat yang selalu ada menemani dalam kondisi apapun tanpa membedakan siapa dia, semua sama. Itulah yang aku harap aku bisa lakukan untuk mereka sahabat-sahabatku. Empat tahun bersama-sama, belajar bareng, dan aku merasa memiliki persahabatan yang kokoh, saling membangun. Dan sekarang, keadaan sudah jauh berbeda. Aku memiliki rasa kehilangan, karena beberapa dari mereka telah pulang ke kampung halaman,
beberapa dari mereka melanjutkan pendidikan namun berada jauh di tempat terpisah. Mereka tak pernah hilang, tetap menempati ruang yang spesial dihatiku, mereka sahabat-sahabat yang penting bagiku, meskipun aku sering tak sepaham, namun dalam hatiku aku butuh kalian. Dan aku yakin mereka akan kembali.
Selamat datang Tiwi junior…dua minggu yang lalu tepatnya tanggal 5 November 2009, sahabat kami Tiwi dan Sigit suaminya dikaruniai anak laki-laki melalui persalinan normal Tiwi. Tentu kami sahabat-sahabat kampusnya turut berbahagia menyambut baby yang lucu itu. Tiwi menjadi ibu dan benar-benar ibu teladan, karena selama kehamilannya hingga satu hari menjelang kelahiuran buah hatinya ia tak pernah menjadikan perut besarnya menjadi halangan untuk terus melanjutkan studynya bersama kami pada jenjang pendidikan profesi di rumah sakit pendidikan. Tak pernah takut lelah meski harus menempuh jarak puluhan kilo meter dari Tempel Sleman hingga Jebugan Bantul, jarak perjalanan yang ia tempuh dari ujung utara propinsi DIY hingga ujung selatan propinsi DIY. Sungguh hebat ibu itu. Beberapa minggu menjelang kelahiran, Tiwi dan kami memulai pendidikan praktik di rumah sakit, dan 4 hari kemudian yaitu hari ketika seharusnya ia praktik di poliklinik bedah rumah sakit, ia tak hadir dan ternyata hari itu ia melahirkan. Alhamdulillah bayi mereka lahir dengan selamat dan berjenis kelamin laki-laki dengan panjang badan 50 cm dan berat 3,7 kg. Kami menjadi om dan tante tentunya, setelah sebelumnya Misye sahabat kami satu angkatan di kampus juga mengalami hal yang sama. Misye melahirkan putri yang cantik Fela namanya. Satu minggu setelah kelahiran putra Tiwi dan disela-sela libur praktik co-assistancy kami berkunjung kerumah Tiwi dan keluarga di Tempel Sleman. Untuk kali pertama kami melihat bayi mereka yang diberinama Ashraf. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga baru mereka, selamat Tiwi dan Sigit, kami turut berbahagia. Semoga putra kalian menjadi generasi yang sehat, yang amanah, yang saleh, berbakti kepada keluarga dan bangsa, kelak akan meraih cita-cita yang tinggi, amin.
Satu minggu menjadi sebuah awal pengalaman professional yang mencengangkan dan benar-benar applycable. Hal yang aku pelajari di kertas, di jilid tebal buku-buku kasus penyakit, tiba-tiba saja ada didepan mata, ada di pegangan tangan. Wah aku tak tahu apa yang harus aku lakukan, itu adalah awal ekspresi professionalku di Instalasi Bedah Sentral RSUD Panembahan Senopati Bantul, iya sebagai mahasiswa co-assistancy disana, selama dua minggu penuh aku belajar di ruang operasi dari kasus minor sampai mayor. Banyak sekali cerita yang menggambarkan jatuh bangunnya hingga aku benar-benar mampu beradaptasi disana. Belum lagi mendapat ekspresi curiga, judes, kena marah karena salah atau baru takut salahpun. Hahhh sabar...ya memang awal tak selalu mudah. Dan satu minggu rasanya telah cukup waktu untuk pengkajian hingga evaluasi belajar. Minggu depan stase bedah di IBS (OK) terus berlanjut, lebih baik pasti dan tentu bersama patnerku Nika, ayo Nik kita belajar lebih keras dan cerdas lagiii...
Singkat cerita, setelah melewati banyak proses yang rumit dan panjang aku terdaftar sebagai mahasiswa tahap profesi di kampus tercintaku UMY. Satu tahun yang akan banyak menantang nyali, menjalani profesiku dengan penuh keyakinan bahwa aku memang akan dan telah masuk dunia tersebut. Mau dan tidak mau harus aku jalani, dengan sepenuh hati tentunya. Hari dimana kegiatan kepaniteraan klinik akan segera tiba, serangkaian tes dan pembekalan mengantarkanku dan sejawat bersiap mental untuk menginjakkan kaki di tempat praktik. Tiga tempat akan memisahkan kami satu angkatan, Yogyakarta, Purworejo dan Temanggung, 3 kota yang membentangkan jarak persahabatan kami. Yogya, menjadi home base pendidikanku saat ini. Sumpah mahasiswa co-ass dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta di bawah Al-Qur'an dan dihadapan pimpinan RS, Staff dan pihak kampus.
Pembekalan lahanpun kami lakukan di PSTW Budi Luhur Kasongan Bantul dan RSJ Ghrasia Pakem Sleman DIY. Dan sekarang aku mendapatkan stase atau bagian Medikal Bedah di RS jejaring di RS Panembahan Senopati Bantul untuk 3 bulan kedepan. Dan semoga aku mampu lulus dengan memuaskan kembali, amin...
Kebahagiaan memang tak akan pernah datang dengan sendirinya. Akan selalu berlaku rumus "siapa menanam akan memanen" dan "siapa berusaha sungguh - sungguh akan berhasil meraih apa yang diinginkannya". Dan 4 tahun waktu yang aku lalui dengan penuh peluh, belajar di bangku kuliah kesarjanaan kampus telah terbayar di hari kelulusanku 17 Oktober 2009 lalu. Bahagia tentu, haru dan merasa hari itu aku melepas kebersamaan bersama teman-teman sekelompok, sekelelas dan seangkatan. Meski kami masih bertemu di jenjang pendidikan selanjutnya di program pendidikan profesi (co-assistancy)
namun sebagian dari mereka memilih cukup sampai disini, sungguh mereka harta yang paling berharga sepanjang masa kuliah ini, takkan pernah ada yang bisa menggantikan mereka. Selamat jalan kawan, raih masa depan cerahmu disana. Hari bahagia, selayaknyalah kita syukuri dengan bahagia pula, untuk merayakan hari itu, bersama keluarga kami menghabisakan makan siang dan bercengkrama di Jambon Resto jalan Kabupaten Sleman, setelah prosesi wisudaku usai. Kami menghabisakan siang disana. Setelah itu keluarga
pulang kembali ke Banjarnegara. Ke esokan hari berikutnya bersama sahabat-sahabat satu rumah baru di Jogja kami berenang di kolam renang Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta, selepas Magrib kala itu kami berenang, untuk melemaskan otot-otot yang kaku. Dan akhirnya gelar baru ini, cukup untuk dirayakan. Akan kulanjutkan perjuangan selanjutnya...